Masih Pakai XAMPP? 3 Alasan Sekarang Saya Mulai Pindah ke WSL untuk Development PHP
WSL untuk development PHP
WSL untuk development PHP mulai menjadi pilihan banyak programmer karena menawarkan pengalaman coding yang lebih modern dibanding XAMPP. Setelah bertahun-tahun memakai XAMPP untuk menjalankan project PHP dan WordPress di Windows, saya akhirnya mencoba WSL (Windows Subsystem for Linux) dan merasakan perbedaan yang cukup besar. Mulai dari performa yang lebih ringan, terminal Linux yang lebih nyaman, hingga workflow development yang terasa lebih profesional dan fleksibel untuk kebutuhan coding sehari-hari.
Table of Contents
Dulu setiap kali ingin membuat website PHP, hal pertama yang saya install pasti XAMPP. Rasanya sudah seperti paket wajib untuk belajar PHP di Windows. Tinggal install, klik Apache dan MySQL, lalu mulai coding di folder htdocs.
Tapi beberapa waktu terakhir saya mulai mencoba workflow yang berbeda:
menggunakan WSL (Windows Subsystem for Linux) dipadukan dengan Visual Studio Code.
Dan jujur saja, ternyata pengalaman development terasa jauh lebih modern dan nyaman.
Apa Itu WSL?
WSL atau Windows Subsystem for Linux adalah fitur dari Windows yang memungkinkan kita menjalankan environment Linux langsung di dalam Windows tanpa perlu Virtual Machine atau dual boot.
Jadi sekarang Windows bisa menjalankan Ubuntu dan berbagai tools Linux secara langsung.
Dengan WSL, kita bisa install:
- Apache Web Server
- PHP
- MariaDB / MySQL
- Composer
- Git
- Node.js
- NPM
langsung dari terminal Linux.
Kenapa Saya Mulai Meninggalkan XAMPP?
Perlu saya tegaskan dulu:
XAMPP tetap bagus, terutama untuk pemula.
Bahkan sampai sekarang XAMPP masih menjadi solusi tercepat untuk belajar PHP dasar.
Tapi setelah mencoba WSL, saya mulai merasakan beberapa kelebihan yang cukup menarik.
1. Environment Lebih Mirip Server Asli
Saat menggunakan hosting atau VPS Linux, biasanya struktur project berada di folder seperti:
/var/www/html/
Nah, di WSL kita juga menggunakan struktur Linux asli seperti itu.
Contohnya:
/var/www/html/my-site
Jadi workflow development terasa lebih dekat dengan environment production.
2. Lebih Nyaman untuk Tool Modern
Banyak tools modern sebenarnya lebih nyaman berjalan di Linux environment.
Contohnya:
- Laravel
- Composer
- Node.js
- NPM
- Git
- Docker
Semua tools tersebut terasa lebih natural digunakan di Linux dibanding environment Windows klasik.
3. VS Code Sangat Mendukung WSL
Salah satu alasan kenapa workflow ini terasa nyaman adalah integrasi VS Code dengan WSL sangat bagus.
Kita bisa langsung membuka project Linux menggunakan command:
code .
Lalu VS Code otomatis terhubung ke WSL.
Terminal, extension, Git, sampai debugging bisa berjalan dengan sangat baik.
Cara Install Apache dan PHP di WSL
Berikut contoh sederhana untuk install Apache dan PHP di Ubuntu WSL.
Update package
sudo apt update
Install Apache dan PHP
sudo apt install apache2 php libapache2-mod-php
Jalankan Apache
sudo service apache2 start
Cek versi PHP
php -v
Kalau berhasil, biasanya akan muncul versi PHP yang terinstall.
Membuat Project PHP Pertama
Buat folder project:
sudo mkdir /var/www/html/my-site
Masuk ke folder:
cd /var/www/html/my-site
Buat file index.php:
sudo nano index.php
Isi dengan kode sederhana:
<?php
echo "Halo dari WSL!";
Lalu buka browser Windows:
http://localhost/my-site
Kalau tampil tulisan tadi, berarti Apache dan PHP sudah berjalan dengan baik.
Kelebihan WSL untuk Developer PHP
Berikut beberapa hal yang menurut saya paling terasa setelah pindah ke WSL.
Workflow Lebih Modern
WSL terasa lebih cocok untuk workflow development modern saat ini.
Apalagi jika menggunakan:
- Git
- Composer
- Laravel
- Node.js
- Docker
Ringan dan Cepat
Karena tidak menggunakan Virtual Machine penuh, performanya cukup ringan.
Startup juga terasa cepat dibanding membuka VM Linux biasa.
Belajar Linux Sekaligus
Tanpa sadar kita jadi belajar command Linux dasar seperti:
cd
ls
mkdir
sudo
nano
service
Dan ini sangat berguna untuk dunia development modern.
Apakah XAMPP Sudah Tidak Relevan?
Tentu tidak.
XAMPP masih sangat relevan untuk:
- pemula
- belajar PHP dasar
- project lama
- pengguna yang tidak ingin menggunakan terminal Linux
Namun kalau ingin mencoba workflow yang lebih modern, menurut saya WSL sangat layak dicoba.
Kesimpulan
Dulu saya selalu menganggap XAMPP sebagai solusi utama untuk development PHP di Windows.
Tapi sekarang, kombinasi:
- WSL
- VS Code
- Apache
- PHP
ternyata memberikan pengalaman development yang lebih modern dan lebih dekat dengan environment server Linux asli.
Menggunakan WSL untuk development PHP membuat workflow coding terasa lebih modern dan fleksibel, terutama bagi developer yang terbiasa menggunakan environment Linux untuk Laravel, WordPress, maupun project PHP lainnya.
Saat ini saya merasa WSL untuk development PHP jauh lebih nyaman dibanding stack tradisional seperti XAMPP karena performanya lebih ringan dan stabil.

